Antara Kucing Kesayangan dan Mata yang Mulai SePele
Saya selalu percaya bahwa merawat makhluk hidup, sekecil apa pun, pasti akan membentuk sisi empati dalam diri kita. Termasuk ketika memutuskan untuk merawat kucing rumahan saya yang bernama Cireng. Ia kucing kampung berbulu hitam, dengan mata besar yang jernih. Cireng lahir dari kucing hitam yang sudah saya pelihara sejak dulu. Sejak Cireng lahir, hari-hari saya hampir tak pernah lepas dari Cireng—memberi makan, membersihkan tempat tidurnya, sampai mengajaknya bermain setiap sore. Namun yang tak saya sadari, kesibukan merawat Cireng ternyata pelan-pelan mulai berdampak pada kesehatan mata saya sendiri. Awalnya saya pikir ini cuma kelelahan biasa. Tapi lama-lama, ada sesuatu yang terasa janggal. Mata mulai terasa sepet , kadang perih, dan sering lelah walau saya tidak menatap layar terlalu lama. Saya mulai sadar: mungkin ini bukan sekadar kelelahan. Mungkin, ini adalah gejala mata kering yang selama ini saya anggap sepele. Tanda-Tanda Mata Kering yang Harus Diwaspadai: SePe...